Published On: Tue, Jul 23rd, 2013

Biaya Pilkades Tinggi, Calon Kades Mengeluh

Share This
Tags

pilkades-Sejumlah calon Kepala Desa di Kabupaten Kendal mengeluhkan tingginya biaya Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang akan dimulai bulan Agustus mendatang. Biaya pelaksanaan Pilkades untuk tahun 2013, rata-rata diatas Rp 50 juta, bahkan ada desa yang menganggarkan pelaksanaan Pilkades dengan dana mencapai Rp 78 juta.
Kepada beritakendal.com Ketua Paguyupan Kades Kendal, Nur Sikoh mengatakan dana kombongan pemilihan kades tercatat sangat tinggi hingga mencapau angka Rp 78 juta. Padahal, menurutnya dengan dana Rp. 40 juta pemilu kades bisa terlaksana.
“Dibandingkan pelaksaan pada periode sebelumnya ada kenaikan hingga 100 persen. Ada daerah yang menganggarkan hingga Rp 78 juta, dan para calon banyak mengeluh kepada saya,” jelasnya.
Diterangkan, di tahun 2007 sekitar Rp 40 juta dana pemilihan kades bisa terlaksana dengan sekitar 1600 orang. Diterangkan, untuk tahun 2013 saja di kecamatan Ngampel dan kecamatan Boja dana pelaksanaan pemilihan kades bisa mencapai angka Rp 68 juta hingga Rp 78 juta. Naiknya dana kombongan ini, diduga adanya pembengkakakan Rencana Anggaran Belanja (RAB) oleh P4KD.
“Banyak anggaran yang yang tidak penting dan dimasukan ke RAB seperti penggelembungan honor panitia, konsumsi dan dana lain untuk rapat,”tambahnya.
Menurut Nur Sikoh, pembekakan ini dinilai tidak realistis, karena pemerintah kabupaten telah memberikan subsidi untuk pimilihan kades sebesar Rp 8 juta. “Tentunya pembekakan dana kombongan tidak realistis, contohnya honor yang sudah ada anggarannya malah dianggarkan lagi. Harusnya tidak membengkak, padahal subsidi naik, sebelumnya Rp 5 juta sekarang jadi Rp 8 juta,” terangnya.
Sementara itu, Mudakir, pembina Paguyupan Kades Kendal telah mengadu ke Pemkab Kendal. “Kami sudah mengadu ke pemkab kendal, dan ditemui Winarno dikarenakan bupati masih sibuk, ” katanya.
Mudakir berharap, bupati Kendal Widya Kandi Susanti, memberikan standarisasi dana pemilihan kepala desa agar tidak memeberatkan calon kepala desa. ” Kami minta bupati memberikan standarisasi, tujuannya agar calon tidak terlalu tebebani oleh dana pemilihan kades, ” timpalnya.
Tercatat untuk pemilihan kades tahun ini ada sekitar 60 persen kades lama yang kembali menyalonkan diri. ” Ada sekitar 130 desa yang melaksanakan pilkades tahun ini tanggal 26 Agustus mendatang, dan 67 desa akan melakukan pemilihan kades September tahun ini,” pungkasnya. (03)

Displaying 3 Comments
Have Your Say
  1. Cah Kendal says:

    Kalo tidak realistis ya dirembug sama P4KD…..
    Plafond mana yang gak realistis…..
    Pengine nyalon ra ngganggo ragat po piye
    Ato jabatan Kadesnya diperpanjang aja 8 tahun kedepan
    biar ra kakean ragat….hhhhhh
    Yang lebih berta lagi itu rakyat desa…..
    beban biaya hidupnya lebih tinggi dan berat…hhhhhhh

  2. kurrrrrrrr says:

    yang penting padha penak eeeeeee

  3. katrok says:

    rusak …kabeh duit rusak bro………..

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

=