Published On: Mon, May 27th, 2013

Dihentikan, Ratusan Tenaga Harlep Resah

Share This
Tags

harlep2Ratusan tenaga Harian Lepas (Harlep) Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kendal resah menyusul rencana pemberhentian massal tenaga penarik pajak ini. Sejumlah perwakilan tenaga harian lepas , Senin (27/05) mendatangi kantor DPPKAD dan Pemkab Kendal namun tidak ada satupun pejabat yang bersedia menemui.
Puluhan tenaga Harlep yang bekerja sebagai penarik pajak di DPPKAD ini merupakan perwakilan dari sekitar 375 tenaga harian lepas. Mereka mendatangi kantor DPPKAD guna menanyakan rencana Pemerintah Kabupaten Kendal tidak lagi menggunakan tenaga harian lepas ini untuk menarik pajak daerah.
Tenaga harian lepas ini mulai resah, karena bulan Juni mendatang sudah tidak dipakai dan terancam menganggur. Padahal tenaga harian lepas ini, sudah dikontrak hingga Desember 2013. Kordinator harian lepas, Prastowo Hari Nugroho mengatakan, petugas penarik pajak sudah bekerja dengan baik dan bisa meningkatkan penerimaan pajak daerah.
“Bahkan 11 pajak daerah yang belum pernah ditarik dengan petugas harian lepas ini bisa ditarik dan masuk ke kas daerah. Belum lagi rumah makan yang sebelumnya tidak ditarik pajak, dengan adanya kami sudah bisa ditarik pajak,” katanya.
Hal senada juga dikatakan Widoriyanto, petugas penarik pajak yang mengatakan dengan adanya petugas harian lepas jumlah pemasukan pajak meningkat.
“Jadi selama ini yang dikatakan bahwa keberadaan kami tidak meningkatkan penerimaan pajak tidak benar. Justru sejak adanya petugas penarik pajak dari tahun 2011 hingga sekarang peningkatan penerimaan pajak sangat tinggi,” kata Widoriyanto kepada beritakendal.com.
harlep1Perwakilan petugas penarik pajak di kantor DPPKAD tidak ditemui pejabat karena sedang berada diluar daerah. Sementara saat mencoba mendatangi kantor bupati, puluhan perwakilan tenaga harian lepas juga tidak ditemui.
Sebelumnya Bupati Kendal Widya Kandi Susanti mengatakan, hasil audit BPK menyebutkan bahwa pengangkatan harian lepas menyalahi aturan. Untuk itu, pemerintah terpaksa harus memberhentikan seluruh harian lepas.
“Jika sampai bulan Juni tidak diberhentikan maka yang bersangkutan yakni petugas penarik pajak harus mengembalikan uang yang diterima selama bekerja menjadi harian lepas,” jelas bupati.
Tenaga harian lepas di DPKKAD ini mendapat honor sebesar Rp 500 ribu perbulan ditambah uang makan Rp 150 ribu. Tenaga harian lepas ini, sudah dipekerjakan sebagai penarik pajak sejak tahun 2011. (03)

Displaying 18 Comments
Have Your Say
  1. jono says:

    wess toohh..

  2. Mas goen klw says:

    Dulu kebijakan pengadaan harlep itu gmna ? Ko diputus tngah jln ? Hbis manis sepah dibuang ?

  3. Tanya says:

    jika semua orang pengen makan dari duit hasil pajak, trus ntar siapa yg mau bayar pajak… tanya kenapa

  4. sano says:

    Kalau kontrak habis desember Nanti jangan-jangan nuntut diperpanjang lagi …
    Saran saya Dikaji ulang, dan Diakan Seleksi lagi berdasarkan cara Kerja dan Kinerja Per Orang. Bagi Yang Memang bagus Dan berpotensi diberdayakan. Status Dan Mekanismenya bagaimana nanti diatur. Tp Bagi Yang Memang Tidak memenuhi Syarat ga mau Ga mau Diberhentikan .

  5. rizky says:

    semua diberhentikan saya sangat setuju…

  6. RARA says:

    wah parah nak carane ngene ki

  7. bahtiar says:

    apa benar halep itu kinerjanya tdk maksimal..buktinya DIRJEND PAJAK justru memberi hadiah kpd dinas dppkad
    3 buah mobil avansa dan masih banyak lainya.semua bisa di buktikan dengan naiknya prosentase pajak pbb dan pp1 di kab.kendal

  8. bahtar says:

    buat riski….jgn coment tanpa bukti…..cari tau dulu mana yg benar!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  9. apa benar herlep kinerjanya tidak maksimal.buktinya dirjen pajak memberi hadiah kepada DPPKAD kendal berupa 3mobil avanza dan sejumlah sepeda motor.hasil prosentase pajak kendal meningkat.sudah terbukti.

  10. derno says:

    KL di berhentikan buLan juni,,trus anggaran aPbD yg bLn juni agustus smpai desember mau di kemanakan,,?kaan gaji mreka dari anggran aPBD

    • parmo says:

      yo kembalikan k KASDA to…itu kan anggaran yg merugikan daerah selama ini…untung ketauan BPK,Klo gaa daerah d rugikan…salut buat BPK!!!

      • PARMO says:

        SAYA DUKUNG UNTUK SEGERA DI BUBARKAN SAJA HARLEP…!!!ITU YG MENYEBABKAN LHP BPK BS JD WDP!!KLO SUDAH BEGITU KENDAL YG JELEK EFEKNYA…AKIBAT ULAH OKNUM TAK BERTANGGUNGJAWAB!!!

  11. Alex says:

    Pecat aja semua,tenaga harlep tak berguna!

  12. pakde says:

    Nhah lo………………………. makab tuh harlep……….

  13. Ndut says:

    Sebaiknya dilakukan evaluasi saja,jangan diberhentikan semua.mengingat peralihan pbb dan retribusi akan menjadi pajak daerah mulai 2014 nanti.di kemudian hari kabupaten kendal juga akan membutuhkan pegawai sepeti itu untuk menangani hal tersebut.semoga bisa menjadi pertimbangan.terimakasih..

  14. darno says:

    Bagaimana sekarang nasib tmn2 HARLEP???Ko gda kelanjutan beritanya???

  15. Aq Wae says:

    Wes toh, Bagi yang bilang setuju pembubaran berati tu orang gk punya perasaan,asl nyeplos sak penak udele dewe,coba ente bayangkan seumpama yg dibubarkan itu adalah ente ato ente yg jd Orangtua anak yg di bubarkan tsb,begaimana perasaan ente…….???? mikir Boz sah asal Coment wae…!!! coba ingat padahal wkt masuk aja pakai Uang gk sdikit pula.dah gt para tenaga harlep jg udah melaksanakan kewajibannya sbg penarik Pajak yg jg bs menaikkan pendapatan daerah.Bukannya di Bubarkan tp di cari solusi jalan keluarnya bukan asal main pembubaran gt aja.jd gk Verb kl tenaga Harlep di Bubarkan gt aja.se olah-olah “Habis Manis Sepah di Buang”.

  16. no name says:

    tolong para pejabat DPPKAD perhatikan nasib kami,,,,,tenaga harlep.

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

=