Published On: Wed, Oct 3rd, 2012

Terlambat Ditangani, Pasien Miskin Meninggal

Share This
Tags

Kurang mendapat perawatan dan terlambat ditangani, seorang pasien miskin pemegang  kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat Daerah (Jamkesmasda) meninggal dunia. Pasien bernama Diran (76), warga Desa Keropakan RT3/RW3 ini divonis menderita  saluran infeksi kencing, sempat dirawat di RS Baitul Hikmah dan dirujuk ke RS Tugu Semarang.

Keluarga korban, Amir (50) mengatakan, Diran meninggal Kamis (27/09) silam setelah dirawat beberapa hari di  RS Tugu Semarang,  setelah dirujuk dariRS Baitul Hikmah. “Sebenarnya saat dibawa ke RS Tugu Semarang, Diran mengantongi kartu Jamkesmasda, akan tetapi karena yang merujuk adalah rumah sakit swasta,  pihak RS Tugu tidak langsung menangani Diran. Pihak RS Tugu meminta agar, ada surat keterangan dari pihak RSUD dr Soewondo Kendal dikuatkan oleh pihak Dinas Kesehaan (Dinkes) Kendal lebih dahulu,” kata Amir.

Namun saat mencoba mengurus di RS Soewondo dan Dinas Kesehatan, keluarga pasien tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. “Bahkan rumah sakit dan dinas kesehatan  tak berani tanda tangan,” ungkap Amir.

Dijelaskan Amir, Diran pernah  menjalani perawatan selama lima hari di RSUD dr Soewondo, bahkan oleh dokter yang menanganinya pasien sudah boleh dibawa pulang, karena sudah membaik. “Ahirnya atas ijin dokter, Diran kami bawa pulang. Akan tetapi, setelah di rumah justru tidak semakin membaik malah semakin parah. Dan akhirnya kami putuskan untuk kembali membawanya ke RS Baitul Hikmah, dan dirujuk ke RS Tugu,” jelasnya.

Sementara itu Budiono, Sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Kendal mengatakan, melihat kasus tersebut, bahwa Sosialisasi pemberlakuan kembali Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendal tak maksimal. Karena, masih banyak warga yang tidak mengetahuinya. (11)

Displaying 1 Comments
Have Your Say
  1. membaca artikel ini yaitu ttg pasien miskin yang tak tertolong karena birokrasi, saya sangat prihatin dan sedih sekali. Gambar yang dimuat di artikel ini sangat cocok. Orang kok dilarang sakit. Dan jaminan kesehatan sepertinya tidak terjamin utk orang miskin. Ini gejala umum di Tanahairku Indonesia yang tercinta. Semoga akan ada perubahan!

    warga yang masih melanglang buana

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

=