Published On: Wed, Sep 26th, 2012

Rp 430 Juta Dana UEP PNPM Dikorupsi

Share This
Tags

Dana bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) yang berasal dari Unit Pengelolaan Kegiatan (UPK) Sukses Desa Tirtomulyo Kecamatan Plantungan Kendal dikorupsi ketua kelompoknya. Uang yang dikorupsi mencapai Rp 430 juta, yang seharusnya dibagikan ke anggota kelompok untuk pengembangan usaha.

Tersangka Wawan Rudyanto (27) warga Dukuh Gondangan RT 01 RW 05 Desa Tirtomulyo Kecamatan Plantungan, Rabu (26/09) sekitar pukul 16.00 WIB ditahan Kejaksaan Negeri Kendal setelah menjalani pemeriksaan secara marathon.

Kasi Pidus Kejaksaan Negeri Kendal, Kirno mengatakan tersangka diduga melakukan tindak pidana korupsi dana simpan pinjang dan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) yang sumber dananya berasal dari APBN/APBD tahun 2010-2011.

Modus yang digunakan tersangka yakni dengan mengajukan bantuan untuk 10 kelompok usaha yang dipimpinnya, kepada UPK Sukses Plantungan. Anggaran tersebut dicairkan dari PNPM Pedesaan melalui UPK Suskes, sesuai dengan proposal pengajuan kelompok usaha yang dipimpin tersangka.

“Anggaran yang disetujui dari uang negara sebesar Rp 502 juta untuk 10 kelompok usaha pimpinan Wawan Rudyanto. Namun yang diserahkan ke anggota kelompok hanya sebesar Rp 72 juta saja, sedangkan sisanya sebesar Rp 403 juta digunakan tersangka untuk membeli tanah dan rumah termasuk merenovasi,” jelas Kirno kepada sejumlah wartawan termasuk beritakendal.com.

Dijelaskan Kirno, uang bantuan tersebut tidak diberikan kepada anggota kelompok sesuai dengan pengajuan. Bahkan ada yang tidak diserahkan kepada anggota, meski anggaran sudah turun dari UPK Sukses.

“Tersangka setelah kami periksa terbukti melakukan tindak pidana korupsi, dan untuk penyelidikan lebih lanjut kami tahan dan dititipkan di LP Kelas II Kendal,” imbuhnya.

Kejaksaan Negeri Kendal hanya mengamankan dokumen tanda terima pencairan dana bantuan tersebut, sedangkan tanah dan rumah milik tersangka masih dalam penyidikan.

“Dari UPK sendiri berupaya menyelamatkan anggaran dengan membeli tanah serta rumah milik tersangka, yang dibeli dan dibangun menggunakan dana tersebut. Namun kedepan tanah dan rumah akan kita sita sebagai barang bukti di pengadilan,” terang Kirno.

10 kelompok usaha yang dipimpin tersangka Wawan Rudyanto adalah Karya Usaha 1,2 dan 3A serta Karya Usaha 3B, Arisan 2, Aneka Usaha 1 dan 2, Usaha Maju 1 dan 2 serta Usaha Bersemi.

“Tersangka akan kita jerat dengan pasal 2 dan 3 UU Nomor 31 tahun 1999 yang diubah serta ditambah Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi dengan ancaman minimal penjara 4 tahun,” katanya. (03)

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

=